Betapa sungguh Allah akan menambah nikmat kita bila kita senantiasa mensyukuri setiap apa yang diberikan olehNya.
Syukurku kali ini adalah karena Allah telah mempertemukanku dengan sahabat-sahabat terbaik yang pernah saya miliki, dan entah mereka menganggap saya apa. :"""
Ayu.
Mungkin kadang Ayu nyesel punya temen secengeng saya. Saya yang cengeng parah. Sampai-sampai pesan yang Ayu bisikkan ketika kami akan berfoto di hari pernikahannya adalah "jangan nangis". What the....! Kenapa Ayu malah bilang gitu? Kenapa Ayu justru tidak mendoakan supaya saya segera menyusul atau segera ketemu jodoh atau sejumlah kalimat membahagiakan yang lain?
Tapi justru seketika itu juga air mata saya luruh. Jangan nangis. Kata terakhir yang terekam oleh otak saya hanya kata "nangis" dan segera dieksekusi dengan baik oleh kelenjar air mata.
Sebenernya memang sudah tertahan sejak menghadiri ijab kabulnya, tapi rasanya malu. Dan memang di momen itulah Ayu justru mengingatkan buat nangis. Hahahaha. Ayuuu I love you.
Satu hal yang akan saya ingat sampai kapan pun adalah saat kami harus berpisah sampai waktu yang hanya Allah yang tahu. Stasiun Gambir. Juni 2013. Ketika Ayu harus bertugas di Sumatera Utara untuk 2 bulan dan saya yang di akhir bulan harus segera hengkang dari Jakarta karena kontrak sebagai auditor sudah habis dan memang ingin menikmati Ramadhan bersama keluarga di rumah. Itu adalah salah satu waktu paling menyedihkan untuk saya bersama Ayu. Ketika dua teman harus saling berpisah. Nangis. Entah waktu itu Ayu bilang "jangan nangis" atau enggak, yang saya ingat Ayu bilang,"kamu yang balik badan duluan, Nit. Biar nggak terlalu sedih."
Dan iya, saya balik badan duluan, seolah saya yang meninggalkan Ayu. Mungkin maksud dia supaya hati saya nggak hancur-hancur banget ketika nanti ditinggalkan. Dan Ayu rela ditinggalkan.
Melihat punggung seseorang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita memang sesuatu yang menyedihkan.
Dan saya baru mengalami itu beberapa waktu lalu. Dan Ayu benar. Harusnya saya yang balik badan duluan biar nggak ada waktu melihat punggung "orang itu" pergi saja meninggalkan.
Terima kasih Ayuuuu. Saya belajar dari sana.
Terima kasih atas sederet kalimat watsap di siang hari Agustus 2015 ini mengenai diriku. Doakan aku. I love you. :"""
Yeni.
Entah kapan habisnya galauku ini. Dan tetiba malam-malam saya kangen Yeni. Langsung watsap dan baru dibalas di keesokan harinya, yang tanpa ragu justru Yeni yang menawarkan diri untuk menghampiri saya di kosan. Siapa yang kangen siapa yang nyamper? :"""
Dan waktu itu tiba-tiba saya jadi speechless ketika tau Yeni menangis. Menangis untuk apa?
Yeni pernah melihat saya hancur ketika di tingkat satu dulu saya setiap hari menangis karena harus "berpisah" dengan seseorang. Dan seingat saya dia memberikan respon yang biasa aja. Atau bahkam tidak peduli karena hanya fokus pada mata kuliah yang sedang kami pelajari? Entah.
Tapi sore itu berbeda. Agustus 2015. Ketika saya bercerita kepada Yeni tentang sebuah kabar yang membuat saya patah hati.
Dan tentang alasan-alasan saya yang, alhamdulillah, patah hatinya nggak bener-bener kayak dulu. Karena sekarang saya lebih realistis dan karena memang ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Yeni nangis. Entah karena apa. Karena berempati terhadap perasaan saya? Karena kasihan? Atau karena Yeni mengalami hal yang sama? Demi cerita yang bahkan para pelakunya belum pernah dia temui.
Dan sungguh, saya sudah baik-baik saja ketika menceritakannya.
Saya hanya bisa menduga-duga.
Satu hal yang saya tahu pasti, syukur yang tiada henti dan tak terkira sungguh harus ku haturkan kepadaNya. Terima kasih, Yeni. :"""
Terima kasih Allah atas segala nikmatmu, telah memberikan teman-teman terbaik kepadaku.
Kamis, 20 Agustus 2015
Kamis, 13 Agustus 2015
Pindah Hati (?)
Satu cerita telah selesai. Sebuah janji yang hanya pernah terucap dalam hati kini harus dijalani. Atas sebuah pengharapan dan penantian yang kini telah nyata tak akan terjadi.
Berpindah hati.
Minggu, 12 Juli 2015
Now Remembering
...Ramadhan 1433 H.
Padahal di postingan sebelumnya sudah mengingatkan diri sendiri, bahwa sesuatu yang paling jauh adalah masa lalu.
Let (h)it(m) go, ta.
Temanggung, Ramadhan 1436 H
Jumat, 03 Juli 2015
Apa yang paling dekat dan jauh?
"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia." (Imam Al-Ghazali)
:)
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H
Sabtu, 27 Juni 2015
Welcome, 24!
19 Juni 2015
Hello twentyfour! :D
"Gimana rasanya ulang tahun?" tanya teman di sebuah grup rumpi.
Kalau lagi ulang tahun mah beneran nggak usah mikir. Mixed feelings. Sedih dan senang.
Banyak ucapan dan doa mengalir sepanjang hari. Yeay! It's my day!
Banyak yang sudah tercapai dan lebih banyak yang belum tercapai di umur ini. Sungguh Allah Maha Pendengar, mudah-mudahan ke depan mimpi dan cita-cinta segera tergapai. :"""
Tahun depan nikah lah yuk. :(
Ketika euforia ulang tahun belum selesai, datanglah sebuah pengumuman besar yang dinanti-nanti.
Dinanti dan tak sesuai harap yang alhasil dapet 'perhatian' lagi dari teman-teman. Huft. Makasih ya ceman-ceman. :'(
Satu hal positif yang bisa saya ambil dari pengumuman itu adalah saya bisa segera move on dari hingar bingarnya diklat kemarin. Mungkin ini cara Allah membantu saya segera menjalani kehidupan baru selesai diklat. Heuu~

Hello twentyfour! :D
"Gimana rasanya ulang tahun?" tanya teman di sebuah grup rumpi.
Kalau lagi ulang tahun mah beneran nggak usah mikir. Mixed feelings. Sedih dan senang.
Banyak ucapan dan doa mengalir sepanjang hari. Yeay! It's my day!
Banyak yang sudah tercapai dan lebih banyak yang belum tercapai di umur ini. Sungguh Allah Maha Pendengar, mudah-mudahan ke depan mimpi dan cita-cinta segera tergapai. :"""
Tahun depan nikah lah yuk. :(
Ketika euforia ulang tahun belum selesai, datanglah sebuah pengumuman besar yang dinanti-nanti.
Dinanti dan tak sesuai harap yang alhasil dapet 'perhatian' lagi dari teman-teman. Huft. Makasih ya ceman-ceman. :'(
Satu hal positif yang bisa saya ambil dari pengumuman itu adalah saya bisa segera move on dari hingar bingarnya diklat kemarin. Mungkin ini cara Allah membantu saya segera menjalani kehidupan baru selesai diklat. Heuu~

Terima kasih banyak teman-temaaaaan. Suatu nikmat tak terkira punya temen-temen macem mereka. :D
Ramadhan 1436 H
Jumat, 12 Juni 2015
Not Ok!
Maybe I am not okay.
Ketika saya pikir membantu persiapan konser ini akan mengobati kekecewaan dan kesedihan karena nggak bisa ikut perform, ternyata salah.
Sedikit tahu tentang konsep dan susunan acara mau gimana, persiapan hari H gimana aja, dan di sana 'cuma' bantuin jagain stand tiket.
Seneng bisa bantu. Tapi sedih.
Mungkin harusnya lebih baik memang duduk di kursi penonton.
Well, I am not okay.
Langganan:
Komentar (Atom)










