Selasa, 31 Juli 2012

Buber, Buber, Buber


Buber, buber, buber. Duit, duit, duit. Hehe. Kegiatan tahunan yang memang selalu berkesan. Padahal kayaknya biasa aja ya, cuma makan bareng gitu. Tapi beda juga ding, ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan *halah

Kemarin pernah baca twitnya Raditya Dika yang bilang kalo belum dapet ajakan buber dari temen itu artinya tingkat diterimanya kita di pergaulan sedang mengalami penurunan. Kok jadi belibet gini ya bahasanya. Intinya ya gitu deh. Deg. Kesindir banget. Haha. Tapi bodo amat lah yaa…

Tapiiiii…. Akhirnya ada juga yang ngajakin. Saya langsung sujud syukur. Tapi boong. Ajakan yang pertama dateng dari mbak Aam. Ngajakin buka bareng anak-anak kosan dalam rangka syukuran lulus sidang skripsi S1 UI. Aduuuh..keren yaah. Bentar lagi mbak Aam juga mau nikah loh guys..hihi :D

Yeni juga ngajakin, tapi belum tau juga mau kapan. Ayu juga ngajakin. Ihiiiy. Akhirnya hari Sabtu kemarin buka bareng Ayu. Acara ngedate kami untuk kesekian kalinya, tanpa acara karaoke box kali ini..haha XD Setelah buka kami nggak langsung pulang, tapi mampir ke Gramedia dulu, hehe. Sayang kalo langsung pulang. Di sana terjadilah kegalauan yang luar biasa dalam rangka milih buku yang pengen dibeli. Novel sih. Antara pengen beli 5 Cm atau 23 Episentrum. Novel 5 cm itu udah lamaaaa banget loh terbitnya, tapi belum pernah baca. Pas bingung milih akhirnya sms ibu..haha. Padahal beliau juga nggak tau itu buku apa, aku bilang aja ibuku harus milih satu buat aku baca. Hehe. Dan akhirnyaaa….beli buku ………….

Hari Minggunya buka bareng Yeni. Ahh..kalo ketemu Yeni itu obrolannya ngalor ngidul banget. Selalu dibuat takjub saya sama gebrakan-gebrakan Yeni. Yeni selalu berusaha memberi saya motivasi. Tapi entah untuk saat ini motivasi saya lagi down banget, keinginan buat ngapa-ngapain lagi terjun payung ke lembah suram :(

Hari Senin ada buka bareng lagi. Kali ini sama temen-temen PKL di KPP 533 kemaren. Seruuuuuu. Ketawa terus kalo bareng-bareng mereka. Tapi entah ya, di forum itu saya merasa yang paling sering dibully -______-

Hari ini, Selasa, 11 Ramadhan 1433 ada buka bareng 3 W. Lalala….. yeyeye….. Rencana awalnya kami mau buber di kosan Dimas tung-tung aja, tapi nggak jadi. Dijarkom Deta kumpul di air muncrat jam setengah 5. Dan biasa lah yaaa, karena saya punyanya jam karet, jadinya jam 5 saya baru nyampe di sana. Dan jeng jeng jeng. Baru ada 3 orang. Buya, Rama sama Titis. Saya datengnya bareng Novi. Selang beberapa saat Deta dateng. Beberapa lama kemudian nggak ada yang dateng :( Sempet mikir kalo bubernya dibatalin aja . Akhirnya Deta bikin jarkom lagi. Saya juga sms beberapa temen. Akhirnya Hanip dan Adit dateng. Dan cuslah kami ke TKP. Di tengah jalan, Anggun gabung.
                                                   photo source: saidi alhady's photo album
Alhamdulillah, yang lain akhirnya berdatangan. Rasyid dateng sama Dimbud, kemudian Saidi dan Gelar dateng sendiri-sendiri. Bertigabelaslah kami. Lumayan lah yaa. Lumayan dikit :|

Karena nama tempatnya Pecel Pincuk, maka yang dipesen ya pecel pincuk. Ada beberapa hal yang diperbincangkan (?) tadi. Mulai dari acara CE mau pake bajunya kompakan atau enggak, rencana ke rumah Depe, sama acara charity. Kalo mau diceritain di sini panjaaaaang banget. Semoga semuanya lancar aja ya sodara-sodara :)

Masih nunggu acara buka bersama lagi nih. Kalo ada yang ngajakin sih *duit mana duit??? :p


Minggu, 22 Juli 2012

Sakit


Kamu tau sakit itu apa?
Sakit adalah ketika kamu menyukai sesuatu dan kemudian kamu takut tidak bisa memilikinya
Entah sejak kapan kata suka kini begitu lekat dengan sesuatu yang berhubungan dengan kepemilikan

Kamu tau sakit itu apa?
Sakit adalah ketika kamu tau sesuatu itu terlalu jauh untuk dijangkau
Bahkan hanya dengan alam pikirmu
Kamu tak akan pernah sampai kesana

Kamu tau sakit itu apa?
Sakit adalah ketika kamu sadar kamu terpisah dari sesuatu itu
Terpisah oleh labirin yang sebenarnya kamu ciptakan sendiri
Kenapa harus ada labirin itu, hah?
Labirin itu kini tercipta tak hanya untuk membatasimu dengan sesuatu itu
Labirin itu kini kian menjadi momok bagimu, yang berusaha membuat langkahmu surut ke belakang
Mengecilkan nyalimu
Agar kamu kian menikmati sakitmu
Tapi aku pikir Tuhan memang sengaja menciptakan labirin itu
Juga sakitmu

Kamu tau sakit itu apa?
Sakit adalah ketika kamu benar-benar sadar kamu berada di dunia yang berbeda dengan sesuatu itu
Lagi-lagi dunia itu kamulah yang menciptakannya dari ketiadaan
Dunia yang diada-adakan
Dunia yang sengaja dibuat-buat sebagai pembelaanmu
Pembelaan atas ketakutanmu

Aah…tapi percuma saja mengatakan ini semua padamu, kalau kamu tak pernah merasakannya
Pernahkah kamu sesakit ini?

Senin, 16 Juli 2012

Temanggung Bersenyum :)

Dingin. Gunung. Desa. Sawah. Tembakau. Sumbing. Sindoro.

Sungguh tak ada kata yang bisa menggambarkan apa yang saya lihat di sini setiap hari. Iya, di Temanggung. Tujuh kata di atas jelas tidak dapat mendeskripsikannya dengan jelas, tapi paling tidak sudah mewakili. Sayang  saya bukan pujangga yang luwes dalam menguntai kata, yang bisa menuangkannya dalam syair nan indah dan mendeklamasikannya dengan gagah.  Sayang juga saya buka fotografer yang bisa dengan lihainya mengabadikan setiap momen-momen berharga yang saya lihat setiap hari.

Sekarang sedang musim kemarau. Apa yang bisa dilihat? Tentulah berjuta bintang di langit sana. Langit yang cerah memberikan kesempatan kepada para bintang untuk menampakkan kecantikannya. Bahkan hingga pagi menjelang. Di langit jingga sebelah timur sana ada dua bintang yang bertengger hingga sang surya datang, salah satunya Bintang Fajar bukan? Mungkin di Jakarta atau di belahan dunia yang lain juga demikian, tapi sempatkah kalian mendongakkan kepala sebentar sekedar untuk mengaguminya sebentar saja. Ahh..kadang saya pun tidak sempat. Tidak sempat? Bukan. Tak ada ruang yang nyaman. Lagipula bukankah di kota sana banyak gedung-gedung pencakar langit yang seolah ingin mencapai bintang di sana dengan segala gemerlap lampunya. Ahh, kalian terlalu menyilaukan dan mengalahkan bintang-bintang nan indah itu wahai gedung-gedung kota.

Sisa-sisa semburat jingga pagi hari dibarengi suara ayam yang mulai bangun, kicau burung, dan dingin yang menusuk tulang adalah hal-hal yang biasa saya lihat, dengar dan rasakan di pagi hari. Siang harinya udara masih saja tetap pada suhu yang tidak cukup tinggi, tapi sengatan mataharinya sungguh tak tertahankan. Panas dingin jadinya. Dan jangan  tanya bagaimana dinginnya di malam hari. Selimut tebal harus senantiasa membungkus tubuh agar bisa terlelap dengan nyaman.

Si kembar Sumbing dan Sindoro adalah primadona di sini. Sungguh rela sekali bila harus meluangkan waktu untuk sejenak menatap angkuhnya mereka berdiri di sore nan elok. Di kala lembayung senja yang dengan sombongnya memamerkan keanggunannya hingga ke kaki-kaki cakrawala. Sungguh menakjubkan kala kedua penglihatan ini disuguhi suatu kenyataan saat sang surya harus kembali ke peraduannya di antara kedua gunung kembar.  

Sumbing dan Sindoro. Karena merekalah penduduk Temanggung harus menanggung dingin dan pemandangan yang sungguh hebat setiap harinya. Dan dari sana jugalah sebagian penduduknya menggantungkan hidup. Tembakau. Tembakau srintil yang kualitasnya sudah diakui dunia berasal dari sini. Sawah hijau menghampar di mana-mana. Tak hanya tembakau, berhektar-hektar padi juga ada. Tapi jangan bayangkan akan ada gadis berkepang dua naik sepeda di sana. Gadis-gadis desa sekarang tak kalah modis dengan gadis kota.


Tetaplah jadi Temanggung Bersenyum. Bersih. Sejuk. Nyaman untuk Masyarakat :)


source: www.temanggungkab.go.id

Senin, 09 Juli 2012

Selamat Ulang Tahun Mi…… :*




8 Juli 2012. Setengah abad. Bukan usia yang muda lagi. Menopause sudah mendatanginya sejak beberapa waktu yang lalu. Pasti lelah telah merajainya sejak entah kapan. Kegetiran hidup dan berbagai imbalannya pun pasti telah ia terima.

Sekali dua kali beliau mengeluh. Dan entah anak macam apa saya dimatanya. Hanya bisa mendengarkan dan sesekali mencoba menenangkan. Menguatkan. Ahh..tapi itu tentu jauh tak ada bandingannya dengan apa yang selama ini beliau berikan. Jutaan untaian doa, rangkaian petuah, ribuan kalimat perintah, tak terhingga kata “hati-hati” dan banyak lagi bentuk ungkapan sayangnya yang terangkum dalam cinta kasihnya kepada saya. Pun kepada dua saudari dan belahan jiwanya.

Sungguh, kalau bisa saya akan membuatnya bahagia. Bangga. Bangga karena kerja kerasnya tak sia-sia. Sungguh saya ingin melihatnya menangis. Menangis haru dan bahagia. Setidaknya sore tadi segelintir tetesan itu sejenak menghampiri pipinya. Saat kami bertiga memberikan sekotak black forest murahan dan empat lilin mungil. Entah kenapa empat. Beliau juga tak mempedulikannya.

Peduli apa ia dengan umurnya? Bukankah yang ia pikirkan hanya kebahagiaan anak-anaknya? Saya rasa memang begitulah seorang ibu. Semua ibu yang ada di dunia ini. Kasih sayang ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Tapi, bukan hal yang mustahil bukan kalau saya punya banyak galah yang kemudian saya rangkai, menjadikannya satu dan menyaingi panjang jalan yang ada di seluruh jagad ini?

Selamat ulang tahun, Mi. Semoga Allah menghijabahi doa-doa yang selama ini terlantun.
Tata sayang Mi :’)


Sabtu, 07 Juli 2012

Studi Lapangan Hari Terakhir




Waaaa…that’s was amazing. Haha. A little bit lebay yaah :D

Dimulai dengan senam pagi yang kayaknya dimulai terlalu pagi. Nyampe di kantor itu jam setengah 8 kurang, tapi ternyata senam tiap hari Jum’at udah dimulai. Tapi Jum’at kemarin harusnya jalan santai deh kayaknya, bukan senam lagi. Tapi nggak papa deh, bisa membakar sedikit lemak yang tertumpuk ini. Emm..yakin nih cuma dikit?? =.=’ Setelah senam, kami pun menikmati sarapan pagi. Menu pagi ini adalah sego gono, tempe goreng, ikan asin+ krupuk :9

Teh hangat yang masih setengah gelas terpaksa ditinggalkan karena ternyata kami sudah ditunggu untuk mengikuti acara selanjutnya. Pagi itu paguyuban pegawai KPP Pratama Temanggung ngadain acara rutin, yaitu memberikan beasiswa untuk putra dan putri satpam dan cleaning service yang bertugas di KPP 533 ini. Mulia banget yaa. Sempet terharu loh saya :’)

Nggak ada satu jam, acara bergenre sosial itu selesai. Para pegawai dan kami kembali ke rutinitas. Hari terakhir ini kebagian di Waskon, daaaan nggak ada kerjaan. Akhirnya cuma wira-wiri, baca novel dan baca majalah. Eh, sama ngisi testimoni ding. Buat hari terakhir ini, kemarin si Zulfa ngusulin kalo kita mau bikin testimoni antar temen-temen PKL sama tuker-tukeran kado. Berasa makrab yaa. Maklum dong ya, KKP Temanggung kedatengan temen2 dari Magelang soalnya :’)

Siang itu KPP 533 mengadakan acara pisah sambut buat para AR. Ada lima orang yang pergi dan lima orang yang dateng. Acaranya cukup mengahru-biru menurut saya. Saya yang cuma audiens hampir menitikkan air mata. Kami juga ngasih persembahan lho di acara itu. Atas ide Olip, kami bikin film pendek. Haha. Ngakak lah kalo liat. Kecuali di bagian yang ada saya-nya -____-‘ . Kalo kakak-kakak magang nyanyi di depan. Nyanyiin lagunya Kementerian Keuangan, entah itu mars atau apa ya. Bagus juga lhoh ternyata :D

Abis itu, kami foto-foto sama bu Lina sang Kepala KPP. Ternyata ibunya nyenengin banget. Kemudian dilanjutkan pamit-pamit ke semua pegawai. Banyak kata maaf dan doa terucap di sini. Kami meng-amini :’)

Hari yang indah ini diakhiri dengan acara ngasih testimoni dan tukeran kado ke temen-temen PKL. Haaa… jadi sedih loh. Tapi seneng juga. Yup, kami udah jadi keluarga. Karena saya orangnya ceroboh dan suka ngilang-ngilangin barang-barang penting, termasuk data kemarin, maka dengan tujuan supaya testimoni dari temen2 tetep ada, saya bermaksud menuliskannya di sini. Halah. Chek it out yoo…

Partner Fathan ning film “Cintaku Tertinggal di KPP”

Ojo sok sregep, hehe. Orang yang tidak pernah puas. Menjadi lebih baik (ndak sloganmu?)
Sregep itu pilihan. Haha. Emm..itu slogan jaman tingkat 1 dan masih ada yang inget :)

Cenit, genit, cenat cenut. Gampang ketawa, smilling face. Enak diajak ngobrol.

Baik, kecil, lucu, imut :3
Makasih kakaaaak #kibasponi :D

Anaknya baik, banyak bercanda, seru deh pokoknya…

Ini dia pejuang data kita, paling semangat kalau suruh cari data… Fathan menunggu jawabanmu. Suwun ya…
Lah gimana nggak semangat, orang kita yang butuh -___-‘  Weit, jawaban opo ki, orang dia nggak pernah nanya :p
Baik, ceria, supel, cantik,
Ihiiiy…. *peluk yang nulis ini*

Makasih ya Cnit,,

Uuuu… Teman sejenis uuuuu…. :* Be okay sama masnya ya.. Keep the good work! (Y)
Haha…ternyata ada beberapa kesamaan sama si julpa ini. Thanks for making KPP jadi nggak garing :*** Anyway, mas opo ki??
Cenit itu lucunya. Nyenengin liat mukanya cenit. Ternyata cenit suaranya bagus ya (semenjak denger cenit nyanyi di waskon, haha)… Sukses ya…. Aku seneng bisa temenan sama cenit.. semoga kita bisa temenan terus ga Cuma sebatas PKL ya, hehe… ^.^
Iyaaa Ratiiih… aku juga seneng temenan sama Ratih :”)

Asik banget diajak ngobrol, ramah, perhatian, kekeuh… Temen cerita2 yang heboh… Piye tuips?!
Hahah…tyas yo heboh lhoh!! Terus aku kudu piye tuips?? :D

That’s all. Haha. Emm, kadonya dapet notes lucu. Pas banget loh ini, saya lagi pengen beli.
Semoga manis, asem, asin studi lapangan ini bisa menjadi pelajaran berharga. Makasih yah temen-temen atas sebulan ini. Maaf atas segala tingkah dan tutur yang tidak berkenan di hati. Sukses ya buat laporannya :’)


Tyas, Ratih, Yanuar, Fathan sama Chui jangan kapok ya main ke Temanggung :)


Minggu, 24 Juni 2012

Bintitan



Barusan buka folder foto-foto dan tiba-tiba nemu foto pas bintitan kemaren. Sempet-sempetnya yah pas sakit minta difotoin. Hehe. Makasih ya Mpep XD. Ide buat foto adalah atas usulan Ferdy yang malem sebelumnya kami sempet chattingan.

Berawal dari mata bagian atas yang sempet sakit sampe tiga hari tapi nggak ada tanda-tanda fisik yang bisa dilihat. Emm…maksutnya matanya nggak merah, benjol, dan sebagainya. Matanya masih normal banget. Sempet cerita ke teman tapi mereka juga nggak tau. Terus pas nganterin Ayu ke dokter gigi, sempet juga waktu itu nanya ke mbak-mbak di klinik kampus bisa ngga dokternya meriksain mata yang lagi sakit. Ternyata nggak bisa, biasanya langsung dirujuk ke rumah sakit. Serem amat yaa..

Akhirnya di hari ke empat pas bangun tidur, kantung mata sebelah kanan bagian bawahnya  gede nggak nyante dan agak merah. Bengkak. Dan sakitnya itu loh, buat ngedip aja sakit. Masih belum kepikiran itu penyakit apa. Hari Sabtu pagi kebetulan  mau ngajar, akhirnya mampir apotek dulu buat beli obat. Pas sampai di sana aku nanya “mbak di sini bisa sekalian periksa ke dokter kan?”. Terus kata mbaknya “oh iya, mbak mau periksa?”. Mbaknya nanya serius banget, ngira kalo aku sakit parah. Terus aku bilang “Cuma mau periksa  mata sih mbak.” Mbaknya: “Oh, bintitan ya mbak? Saya kasih salep aja yaa.” Untuk beberapa saat cuma melongo sebelum mengiyakan. Heheh..

Terus saya nanya penyebab bintitan itu apa. Dan mbak-mbak tadi bilang “oh, itu gara-gara VIRUS.” Setelah menjelaskan cara pakainya, saya cabut deh. Sampai di kosan langsung make salep tadi sambil gugling tentang bintitan. Dan FYI, ternyata penyebab bintitan itu adalah BAKTERI bukan VIRUS seperti yang dikatakan mbak di apotek tadi :|  Lebih parah lagi kalo ada yang ngatain bintitan gara-gara abis ngitipin orang.

Jadi, penyebab bintitan atau bahasa kerennya hordeolum adalah bakteri Stafilococcus aureus pada kelenjar-kelenjar. Tapi ada juga yang bilang kalau penyebabnya adalah peradangan muara kelenjar pada lapisan kelopak mata dimana terdapat produksi cairan air mata dan keringat. Terus nanti bakalan ada benjolan di balik kelopak mata. Yang jelas bukan gara-gara virus dan ngintip yeee…

Saya jadi agak meragu pake salepnya. Kata ibu saya disuruh ngompres mata pake air anget. Kemaren sehari bisa sampai 5 kali ngompresnya. Dan setelah beberapa pemakaian salep tadi, nampaknya belum ada kemajuan dan tanda-tanda sembuh. Akhirnya ibu nyuruh periksa ke dokter aja dan minta obat yang diminum.

Minggu malem akhirnya saya baru pergi ke dokter. Kalo siang-siang panas dan banyak debu. Pasti nanti lebih sakit kan. Orang buat keluar beli makan aja takut. Untung waktu itu ada Ayu yang kebetulan pergi ke kosan temen dan mampir ke kosan saya. Bisa nitip Ayu deh, meskipun harus nunggu sampai jam 11 baru bisa sarapan. Tapi Allah memang baik, di saat yang di sekitaran saya nggak bisa bantuin dan tolongin saya, Ayu dateng  membantu :’)

Pergi ke dokternya dianterin Anggi dan pake acara kebablasan. Soalnya Tri bilang kalo kliniknya di deket pom bensin yang sana, bukan yang sini. Tapi ternyata yang di sini *haha..nggak jelas. Sesampainya di klinik, saya disambut seorang dokter muda. Terus diperiksa matanya. Saya pun curhat panjang lebar. Dan tentang salep yang saya ragukan tadi, ternyata salepnya udah BENER. Maaf ya mbak apotek, saya sempet suudzon. Si dokter akhirnya cuma ngasih obat antibiotic yang harus diminum 3 kali sehari dan segala petuah buat nggak iseng megang-megang mata. Siap !! obat dan salepnya sampe sekarang masih lhoo.

Dan taukah sodara-sodara, Senin paginya saya harus menghadap dosen pembimbing di Lapangan Banteng. Langsung terbayang Jakarta yang panas dan berdebu akan menyambut mata yang sedang sensitive ini. Akhirnya, saya pinjem kacamata Mpep. Kacamatanya minus lagi. Aaaa… tapi kok biasa aja ya pas dipake. Nggak papa lah ya demi melindungi mata meskipun akhirnya mata tetep gatel sampe bikin pusing. Pengennya sih sampai di sana langsung ketemu Pak Sunu, outline ditandatangani dan langsung cabut pulang. Tapi sesampainya di Gedung Juanda II ternyata Pak Sunu sedang rapat. Menunggulah kami selama hampir 1 jam. Aaa… mata gatelnya nggak karuan. Entah kenapa pas akhirnya ngadep Pak Sunu, tiba-tiba keluar air mata. Air matany cuma keluar dari mata yang sebelah kiri sih, tapi nggak berenti-berenti. Saya kan maluuu  -_____-“

Alhamdulillah sehari kemudian udah mendingan. Memang bener deh kata dokter Gun dulu, “obat yang paling manjur adalah diri kamu sendiri.” Yup, sugesti buat sembuh yang kita bikin sendiri.


Foto atas pas bintitan, foto bawah pas mata normal dan lagi nahan ketawa




Foto pas hari Selasa, pake kacamata Mpep, ada yang bilang saya cute lhoh,, haha


 Mata sebelah kiri masih bengkak, yang kanan udah mendingan

Mata pas bintitan sama pas mata normal sebenernya nggak terlalu jauh beda. Soalnya kantung mata saya emang gede. Haha.. Dulu pas kecil sering pada bilang “kalo ketawa jangan merem, nanti ditinggal temennya loh.” Terus pas briefing promosi STAN dulu, bang Bin, kakak kelas saya  bilang “cah gamata ono cina ne to saiki?” Zzzz… cina dari hongkong? Jawa asli gini kok. Terus ada juga komentar Saidi di salah satu fotonya yang bilang saya mirip orang Jepang -____-

Mulai sekarang nggak lagi deh pegang-pegang area muka dengan tangan yang kotor.

Selasa, 19 Juni 2012

Double Cakes on My 21st


Yeee… hari ini dapet 2 kue !! :D
Kenapa sih orang selalu menganggap penting hari ulang tahun. Kenapa kamu juga? #ngomongsamakaca. Kenapa ya? Saya juga nggak tau lho. Bukan penting sih, tapi apa yaa, ada sesuatu yang beda aja… Kemaren sedih pas inget kenapa tiba-tiba umurnya udah 21. Ihh, jatah umurnya udah berkurang yaa. Terus apa yang saya lakukan sampai umur 21 ini??

Emm, jangan menye-menye dulu deh. Dari kemaren kepikiran tentang tahun-tahun sebelumnya di tanggal ini. Dari jaman SD, kalo ada yang ulang tahun, pasti tukeran kado. Tapi cuma sama sahabat deket. Yang bertahan paling lama itu tukeran kadonya sama mba wulan. Kalo mba Wulan ultah, aku ngasih kado. Dan begitu pula sebaliknya. Aaaa… miss her so much. Apa kabar @pertiwiwulan? Selain sama mba Wulan, sama Lia juga. Lia itu sepupuku, kami seumuran. Kalo sama Lia bahkan sampai SMP :)

Jaman SMP juga suka kado-kadoan. Dari kelas 1 sampai kelas 3, kebetulan saya, mba Winda, Rully, sama Budhe (bukan nama sebenarnya, hehe) sekelas terus. Inget banget dulu dapet jam meja sama frame foto unyu dari @runaliebebehlly  Pas SMA udah nggak ada acara tukeran kado.

Nah, selama kuliah di sini, tiap tahun punya cerita sendiri-sendiri :’)
Waktu tingkat satu, dapet surprise dari temen-temen kosan Paviliun 72. Dari mba @jengdessy , @mbakdee , Olip, terus Ayu dan temen2nya (anak bimbel  yang ngekos sebulan di sana). Mereka ngasih martabak bangka yang gedenya nggak nyante doong sebagai kue ultahnya. Entah itu ukuran apa. Gede banget loh. Makasih kakaaak :D

Tingkat dua juga dapet kejutan dari temen-temen Muslimah. Pake acara matiin lampu kosan dan ada yang nyelinap ke kamarku juga. Unik juga loh ini, pengganti kue ultah adalah puding coklaaaat. Yummy jugaa :9 Makasih ya buat Mpok, Tri, Indah, Fatih, Nenek, mba Wiwid :*

Dan, di ultah yang sekarang sebenernya sama sekali nggak nyangka kalau mau dapet dua kue loh. Soalnya dari dulu di rumah emang nggak pernah ngerayain ulang tahun. Pernah sekali pas SD dulu, pake nasi kuning, terus ngundang temen-temen sekampung :D  Tapi ternyata mbak I sama mas Zubi beliin kue. Sebenernya udah tau dari kemaren kalau mbak I mau beli kue. Gara-gara adek sih udah ngomong duluan.

Yang satunya lagi dari mba @wiwidvl sama @triiwahyunii. Sama sekali nggak ngira loh ini. Dari jaman kapan mba Wiwid udah bingung mau beli kue, kirain buat temennya. Terus baru tau tadi siang. Ternyata pas jam kantor, mba Wiwid sama mas Ben bolos dan malah pergi ke rumahku. Kerja wooy. Pas mereka udah pulang ibuku sms bilang kalau barusan mba Wid sama mas Ben ke rumah. Terus aku pura-pura nggak tau deh meskipun di kantor aku ketemu mba Wid. Hehe :p Dan aku ngiranya itu dari para satria magang KPP 533 lho, ternyata pas dibuka ada foto narsis mba Wid sama Tri. Makasih yaaa kakak-kakak black forestnyaa. Meskipun sebenernya masih ngarep kue Opera. Haha :3

Berhubung punya dua kue, tadi jadi ada perayaan kecil di rumah :)

Makasih juga buat temen-temen atas doanya. Saya cuma bisa mengamini. Semoga Allah yang membalasnya. Sukses yaa buat kita semua :’)