Kamis, 29 Oktober 2015

Just Don't! (2)

"Cinta yang baik dimulai dengan awal yang baik. Mulai dari hati yang belum dimiliki." -- Desi R.C.

Rabu, 28 Oktober 2015

Just Don't!

Selamat Hari Blogger Nasional! :) ...kemarin sih
Hari ini, Selamat Hari Sumpah Pemuda! :)

Haruskah dibuka dengan kalimat standar seperti biasa macam "hei long time no see"? Hahaha
Tangan sampe bingung mau ngelakuin yang mana dulu. Megangin remot tv buat gonta-ganti stasiun tv, megangin kaca, mijitin rambut sambil makein tonic demi kulit kepala lebih sehat dan rambut nggak rontok dengan lebih kejam lagi dan demi nggak potong rambut :(, dan sambil ngetik ini pake dua tangan. Hvft.

Kayak biasa juga, pengen ngeluarin semuaaa yang udah ngepul di atas kepala tanpa kudu ngetik lagi.
Hvft.

Sedang di titik "berhasil nggak baper but my brain can't stop thinking about it". Gewees, ta. GWS.

The next question is, "yakin nggak baper?"
And the answer is, "emmmmm quite sure."
Ha ha. Like I am not ready to get another broken heart attack. Halah. Meskipun yang kemarin nggak patah-patah amat. Karena udah biasa. Satu pelajaran yang harus selalu diingat dan dipegang, don't you ever give all of your heart to someone sampai dia bener-bener jadi suamimu. Dih. Kayak udah nikah aja.

Liat potensi. Nggak usah naksir-naksir amat. Kalo perlu nggak usah naksir sama sekali. Just don't!
Kecuali memang sudah siap untuk segala risiko lagi. :)

Percaya pada Tuhan. Kalau memang sudah jalanNya, pasti dimudahkan. 
Let it be.
Kalau memang bukan, ya biar saja. 
Let it go.





Kamis, 20 Agustus 2015

Syukur

Betapa sungguh Allah akan menambah nikmat kita bila kita senantiasa mensyukuri setiap apa yang diberikan olehNya.
Syukurku kali ini adalah karena Allah telah mempertemukanku dengan sahabat-sahabat terbaik yang pernah saya miliki, dan entah mereka menganggap saya apa. :"""

Ayu.
Mungkin kadang Ayu nyesel punya temen secengeng saya. Saya yang cengeng parah. Sampai-sampai pesan yang Ayu bisikkan ketika kami akan berfoto di hari pernikahannya adalah "jangan nangis". What the....! Kenapa Ayu malah bilang gitu? Kenapa Ayu justru tidak mendoakan supaya saya segera menyusul atau segera ketemu jodoh atau sejumlah kalimat membahagiakan yang lain?
Tapi justru seketika itu juga air mata saya luruh. Jangan nangis. Kata terakhir yang terekam oleh otak saya hanya kata "nangis" dan segera dieksekusi dengan baik oleh kelenjar air mata.
Sebenernya memang sudah tertahan sejak menghadiri ijab kabulnya, tapi rasanya malu. Dan memang di momen itulah Ayu justru mengingatkan buat nangis. Hahahaha. Ayuuu I love you.
Satu hal yang akan saya ingat sampai kapan pun adalah saat kami harus berpisah sampai waktu yang hanya Allah yang tahu. Stasiun Gambir. Juni 2013. Ketika Ayu harus bertugas di Sumatera Utara untuk 2 bulan dan saya yang di akhir bulan harus segera hengkang dari Jakarta karena kontrak sebagai auditor sudah habis dan memang ingin menikmati Ramadhan bersama keluarga di rumah. Itu adalah salah satu waktu paling menyedihkan untuk saya bersama Ayu. Ketika dua teman harus saling berpisah. Nangis. Entah waktu itu Ayu bilang "jangan nangis" atau enggak, yang saya ingat Ayu bilang,"kamu yang balik badan duluan, Nit. Biar nggak terlalu sedih."
Dan iya, saya balik badan duluan, seolah saya yang meninggalkan Ayu. Mungkin maksud dia supaya hati saya nggak hancur-hancur banget ketika nanti ditinggalkan. Dan Ayu rela ditinggalkan.
Melihat punggung seseorang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita memang sesuatu yang menyedihkan.
Dan saya baru mengalami itu beberapa waktu lalu. Dan Ayu benar. Harusnya saya yang balik badan duluan biar nggak ada waktu melihat punggung "orang itu" pergi saja meninggalkan.
Terima kasih Ayuuuu. Saya belajar dari sana.
Terima kasih atas sederet kalimat watsap di siang hari Agustus 2015 ini mengenai diriku. Doakan aku. I love you. :"""


Yeni.
Entah kapan habisnya galauku ini. Dan tetiba malam-malam saya kangen Yeni. Langsung watsap dan baru dibalas di keesokan harinya, yang tanpa ragu justru Yeni yang menawarkan diri untuk menghampiri saya di kosan. Siapa yang kangen siapa yang nyamper? :"""
Dan waktu itu tiba-tiba saya jadi speechless ketika tau Yeni menangis. Menangis untuk apa?
Yeni pernah melihat saya hancur ketika di tingkat satu dulu saya setiap hari menangis karena harus "berpisah" dengan seseorang. Dan seingat saya dia memberikan respon yang biasa aja. Atau bahkam tidak peduli karena hanya fokus pada mata kuliah yang sedang kami pelajari? Entah.
Tapi sore itu berbeda. Agustus 2015. Ketika saya bercerita kepada Yeni tentang sebuah kabar yang membuat saya patah hati.
Dan tentang alasan-alasan saya yang, alhamdulillah, patah hatinya nggak bener-bener kayak dulu. Karena sekarang saya lebih realistis dan karena memang ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Yeni nangis. Entah karena apa. Karena berempati terhadap perasaan saya? Karena kasihan? Atau karena Yeni mengalami hal yang sama? Demi cerita yang bahkan para pelakunya belum pernah dia temui.
Dan sungguh, saya sudah baik-baik saja ketika menceritakannya.
 Saya hanya bisa menduga-duga.
Satu hal yang saya tahu pasti, syukur yang tiada henti dan tak terkira sungguh harus ku haturkan kepadaNya. Terima kasih, Yeni. :"""

Terima kasih Allah atas segala nikmatmu, telah memberikan teman-teman terbaik kepadaku.

Kamis, 13 Agustus 2015

Pindah Hati (?)

Satu cerita telah selesai. Sebuah janji yang hanya pernah terucap dalam hati kini harus dijalani. Atas sebuah pengharapan dan penantian yang kini telah nyata tak akan terjadi.
Berpindah hati.


Minggu, 12 Juli 2015

Now Remembering

...Ramadhan 1433 H.

Padahal di postingan sebelumnya sudah mengingatkan diri sendiri, bahwa sesuatu yang paling jauh adalah masa lalu. 
Let (h)it(m) go, ta. 



                        Temanggung, Ramadhan 1436 H

Jumat, 03 Juli 2015

Apa yang paling dekat dan jauh?


"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."   (Imam Al-Ghazali)


:)
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H